PENGUNJUNGJateng feir, di kompleks PRPP, Tanah Mas, Semarang, selain disuguhi dengan berbagai hiburan, musik baik pop maupun dangdut, namun juga diajak belajar membuat batik.
''Oh canting untuk membuat batik yang harganya mahal banget, seperti ini tho ternyata mirip dengan pipa rokok yang di film,'' ungkap Indah warga Grobogan.
Rabu, 30 Juli 2008
Pelaku beli seragam di Kauman
KRANGGAN.ks-- Kasus perampokan distributor emas sekaligus pemilik "Toko Bintang Emas" Willy Candra (33) di jalan Kranggan Timur No 12, Semarang, beberapa waktu lalu, dilakukan oleh pelaku yang sudah profesional. Perampokan tersebut, pelaku sudah melakukan perencanaan secara matang selama satu bulan.
Bahkan, sebelum berhasil menggondol sekitar 100 kilogram emas batangan, pelaku sempat melakukan uji coba sebanyak dua kali. Baru, aksi yang ketiga pelaku yang berjumlah sekitar 9 orang tersebut, dengan mulus menggondol emas serta menghabisi tiga orang sekaligus. Dalam dua aksi sebelumnya, para pelaku tidak berhasil membawa barang dari rumah yang memiliki sistim pengamanan serba elektrik tersebut.
Yang lebih parah lagi, aksi perampokan tersebut salah satunya dilakukan oleh Roni Wijaya (33) yang merupakan cucu dari orang kepercayaan keluarga korban. Hal itu terungkap dalam rekontruksi yang berlangsung Selasa (29/7) kemarin.
Kasat Reskrim Polwiltabes Semarang AKBP Drs Agus Rohmat SIK SH MHum mengungkapkan dalam perampokan tersebot, Roni Wijaya (33)
warga Klipang Pesona Asri, Sendangmulyo, Tembalang, bertindak sebagai orang yang mengambil dan membawa korban Willy Candra setelah ditangkap dan diintrograsi di kompleks krematorium Kedungmundu, Tembalang.
Dalam rekontruksi tersebut, petugas membawa dua tersangka asli yaitu Roni Wijaya (33) dan Wahyono (40) warga Krobokan Semarang Barat. yang bertindak sebagai petugas pengawas keamanan. Sedang, beberapa orang lainnya yang belum tertangkap, diperankan oleh petugas kepolisian dari Polwiltabes Semarang.
"Dari hasil pengakuan kedua tersangka, aksi sudah direncanakan sebulan sebelum kejadian,'' terang Agus Rohmat saat dimintai keterangan di sela-sela pelaksanaan rekontruksi.
Dalam rekonstruksi tersebut, terlihat, salah satu pelaku bernama Waluyo yang diperankan oleh petugas, mengenakan seragam polisi lalu-lintas lengkap helm dan rompi, menodong salah satu orang yang ada di dalam rumah. Selain itu, Waluyo juga tampak memborgol sejumlah pembantu (yang menjadi saksi) sambil ditidurkan di lantai.
Sementara itu, Rony, yang datang membawa beberapa tas kosong, mengeluarkan korban Willy Candra dari mobil dengan kondisi mata dilakban, serta tangan diikat.
''Jumlah adegan yang dilakukan mencapai 73 adegan. Semua berjalan lancar,'' imbuh Kasat Reskrim.
Rekontruksi, dimulai dari kompleks pertokoan kauman tempat para pelaku membeli perlengkapan dan seragam polisi, kemudian dilanjutkan di daerah Pringgading tempat wahyono mengawasi gerak gerik jajaran Polsek Semarang Tengah selama aksi perampokan berlangsung.
Setelah di Pringgading, rekontruksi kemudian diteruskan di rumah Rony tempat aksi di rencanakan, baru kemudian petugas meluncur ke kompleks krematorium Kedungmundu, tempat para pelaku mengorek bagaimana keamanan rumah di buka.
Setelah dari lokasi krematorium, petugas baru membawa tersangka ke rumah korban di Jalan Kranggan, Kranggan, Semarang Tengah. Selesai di Kranggan, tersangka kemudian digiring ke dekat gereja Alfa Omega, Jalan Pahlawan Semarang kemudian baru digiring ke Unnes untuk melakukan rekontruksi cara mereka mengeksekusi kedua korbannya yaitu Anik (istrinya), Wulan (pembantunya) dan meninggalkan Iing tantenya Willy di dalam mobil Innova Nopol H 8621 WG.
Bahkan, sebelum berhasil menggondol sekitar 100 kilogram emas batangan, pelaku sempat melakukan uji coba sebanyak dua kali. Baru, aksi yang ketiga pelaku yang berjumlah sekitar 9 orang tersebut, dengan mulus menggondol emas serta menghabisi tiga orang sekaligus. Dalam dua aksi sebelumnya, para pelaku tidak berhasil membawa barang dari rumah yang memiliki sistim pengamanan serba elektrik tersebut.
Yang lebih parah lagi, aksi perampokan tersebut salah satunya dilakukan oleh Roni Wijaya (33) yang merupakan cucu dari orang kepercayaan keluarga korban. Hal itu terungkap dalam rekontruksi yang berlangsung Selasa (29/7) kemarin.
Kasat Reskrim Polwiltabes Semarang AKBP Drs Agus Rohmat SIK SH MHum mengungkapkan dalam perampokan tersebot, Roni Wijaya (33)
warga Klipang Pesona Asri, Sendangmulyo, Tembalang, bertindak sebagai orang yang mengambil dan membawa korban Willy Candra setelah ditangkap dan diintrograsi di kompleks krematorium Kedungmundu, Tembalang.
Dalam rekontruksi tersebut, petugas membawa dua tersangka asli yaitu Roni Wijaya (33) dan Wahyono (40) warga Krobokan Semarang Barat. yang bertindak sebagai petugas pengawas keamanan. Sedang, beberapa orang lainnya yang belum tertangkap, diperankan oleh petugas kepolisian dari Polwiltabes Semarang.
"Dari hasil pengakuan kedua tersangka, aksi sudah direncanakan sebulan sebelum kejadian,'' terang Agus Rohmat saat dimintai keterangan di sela-sela pelaksanaan rekontruksi.
Dalam rekonstruksi tersebut, terlihat, salah satu pelaku bernama Waluyo yang diperankan oleh petugas, mengenakan seragam polisi lalu-lintas lengkap helm dan rompi, menodong salah satu orang yang ada di dalam rumah. Selain itu, Waluyo juga tampak memborgol sejumlah pembantu (yang menjadi saksi) sambil ditidurkan di lantai.
Sementara itu, Rony, yang datang membawa beberapa tas kosong, mengeluarkan korban Willy Candra dari mobil dengan kondisi mata dilakban, serta tangan diikat.
''Jumlah adegan yang dilakukan mencapai 73 adegan. Semua berjalan lancar,'' imbuh Kasat Reskrim.
Rekontruksi, dimulai dari kompleks pertokoan kauman tempat para pelaku membeli perlengkapan dan seragam polisi, kemudian dilanjutkan di daerah Pringgading tempat wahyono mengawasi gerak gerik jajaran Polsek Semarang Tengah selama aksi perampokan berlangsung.
Setelah di Pringgading, rekontruksi kemudian diteruskan di rumah Rony tempat aksi di rencanakan, baru kemudian petugas meluncur ke kompleks krematorium Kedungmundu, tempat para pelaku mengorek bagaimana keamanan rumah di buka.
Setelah dari lokasi krematorium, petugas baru membawa tersangka ke rumah korban di Jalan Kranggan, Kranggan, Semarang Tengah. Selesai di Kranggan, tersangka kemudian digiring ke dekat gereja Alfa Omega, Jalan Pahlawan Semarang kemudian baru digiring ke Unnes untuk melakukan rekontruksi cara mereka mengeksekusi kedua korbannya yaitu Anik (istrinya), Wulan (pembantunya) dan meninggalkan Iing tantenya Willy di dalam mobil Innova Nopol H 8621 WG.
Korupsi dana bantuan desa 2006
KALISARI.ks-- Terkait kasus dugaan korupsi dana bantuan desa di kabupaten Demak, Tahun 2006 lalu, jajaran Polwiltabes Semarang saat ini masih melakukan koordinasi dengan pihak kejaksaan negeri Demak. Hal itu, dilakukan untuk mempercepat pelimpahan tahap dua (tersangka dan barang bukti) kasus penyimpangan dana bantuan desa Kabupaten Demak tahun 2006 di Desa Lempuyang Kecamatan Wonosalam.
Dalam keterangannya, Kasat Reskrim Polwiltabes Semarang AKBP Agus Rohmat mengungkapkan, saat ini proses pengungkapkan kasus tersebut, dalam tahap menunggu hasil penelitian berkas berita acara pemeriksaan (BAP) yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Demak.
"Untuk mempercepat, kita koordinasi dengan Kejari, agar berkas tersangka (Kades Lempuyang) segera P.21," ungkap Kasat reskrim.
Lebih lanjut Agus Rohmad mengungkapkan, pemeriksaan tersangka sendiri sudah dilaksanakan dan selesai pada bulan Februari. Lebih lanjut, imbuh dia, penyidik kemudian mengirimkan berkas Berita Acara Pemerikaan (BAP) ke Kejari Demak pada 14 Februari untuk dilakukan penelitian.
BAP yang dikirim, awal Juli lalu, tertanggal 24 April 2008 Kejari menerbitkan surat P.18 (berkas belum lengkap) dan P.19 (petunjuk untuk melengkapi berkas) pada awal Mei.
''Kita telah melengkapi kembali berkas dari tersangka beberapa waktu lalu. Dan sekarang kita menunggu hasil penelitian itu," imbuhnya.
Kasus dugaan korupsi Kades Lempuyang, Mukid merupakan pengembangan kasus dugaan korupsi APBD Demak 2006 di pos bantuan desa/kelurahan senilai Rp34,8 miliar yang menyeret mantan Bupati Demak Endang Setyaningdyah.
Dari alokasi dana bantuan yang saat ini dipermasalahkan, Desa Lempuyang mendapat kucuran dana sebesar Rp 28 juta yang diperuntukkan bagi bantuan fisik desa (Rp 28 juta) dan bantuan fisik keagamaan (Rp35 juta).
Kasat menambahkan, kasus tersebut melebar ke beberapa desa lain yang juga menerima dana bantuan. Dari penyelidikan, ditemukan kasus serupa seperti di Desa Katonsari, Kecamatan Demak dan Desa Karangrejo, Kecamatan Bonang.
Desa Katonsari yang mendapat Rp63 juta, ternyata sebesar Rp8,6 juta diselewengkan. Begitupun dengan Desa Karangrejo, dimana sebesar Rp. 19 juta dari total Rp83 juta diselwengkan dnegan modus serupa dengan Desa lempuyangan.
"Saat ini beberapa Kades telah ditetapkan sebagai tersangka. BAP masih dalam proses penyidikan di tahap pemberkasan," pungkasnya
Dalam keterangannya, Kasat Reskrim Polwiltabes Semarang AKBP Agus Rohmat mengungkapkan, saat ini proses pengungkapkan kasus tersebut, dalam tahap menunggu hasil penelitian berkas berita acara pemeriksaan (BAP) yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Demak.
"Untuk mempercepat, kita koordinasi dengan Kejari, agar berkas tersangka (Kades Lempuyang) segera P.21," ungkap Kasat reskrim.
Lebih lanjut Agus Rohmad mengungkapkan, pemeriksaan tersangka sendiri sudah dilaksanakan dan selesai pada bulan Februari. Lebih lanjut, imbuh dia, penyidik kemudian mengirimkan berkas Berita Acara Pemerikaan (BAP) ke Kejari Demak pada 14 Februari untuk dilakukan penelitian.
BAP yang dikirim, awal Juli lalu, tertanggal 24 April 2008 Kejari menerbitkan surat P.18 (berkas belum lengkap) dan P.19 (petunjuk untuk melengkapi berkas) pada awal Mei.
''Kita telah melengkapi kembali berkas dari tersangka beberapa waktu lalu. Dan sekarang kita menunggu hasil penelitian itu," imbuhnya.
Kasus dugaan korupsi Kades Lempuyang, Mukid merupakan pengembangan kasus dugaan korupsi APBD Demak 2006 di pos bantuan desa/kelurahan senilai Rp34,8 miliar yang menyeret mantan Bupati Demak Endang Setyaningdyah.
Dari alokasi dana bantuan yang saat ini dipermasalahkan, Desa Lempuyang mendapat kucuran dana sebesar Rp 28 juta yang diperuntukkan bagi bantuan fisik desa (Rp 28 juta) dan bantuan fisik keagamaan (Rp35 juta).
Kasat menambahkan, kasus tersebut melebar ke beberapa desa lain yang juga menerima dana bantuan. Dari penyelidikan, ditemukan kasus serupa seperti di Desa Katonsari, Kecamatan Demak dan Desa Karangrejo, Kecamatan Bonang.
Desa Katonsari yang mendapat Rp63 juta, ternyata sebesar Rp8,6 juta diselewengkan. Begitupun dengan Desa Karangrejo, dimana sebesar Rp. 19 juta dari total Rp83 juta diselwengkan dnegan modus serupa dengan Desa lempuyangan.
"Saat ini beberapa Kades telah ditetapkan sebagai tersangka. BAP masih dalam proses penyidikan di tahap pemberkasan," pungkasnya
Perdagangan elektronik makin menjanjikan
SEMARANG.ks--- Dunia perdagangan elektronik di Semarang, dinilai makin menjanjikan, beberapa bulan terakhir nilai pertumbuhannya mencapai kisaran 20 % dari tahun sebelumnya. Dampak positif tersebut, memicu beberapa pelaku usaha di bidang ritel khusus elektronik untuk terus berinovasi dan mengembangkan usahanya. Bahkan, beberapa diantara mereka makin berani untuk menambah cabang usaha.
Salah satunya yaitu Global Elektronik (GE) yang belakangan terus berinovasi dengan membuka superstore elektronik (SE), di lantai V, Sriratu, Jalan Pemuda, Semarang.
Gouw Andy Siswanto, Managing Director Global Elektronik (GE) Semarang, dalam acara launcing SE mengungkapkan, konsep SE yang dibuka Senin (28/7) semalam, merupakan kosep yang memanjakan konsumen dengan jumlah ketersediaan dan fariasi merk maupun jenis barang yang mencapai ratusan jenis. ''Diantaranya tersedia elektronik jensi baik TV, mesin cuci, kamera digital, printer,'' jelasnya saat dimintai keterangan usai pembukaan SE yang menempatu area seluas 3.080 meter persegi terebut.
Lebih lanjut Gouw Andy Siswanto menuturkan, sebagai show elektronik terbesar, SE juga memanjakan konsumen dengan free area hotspot internet dan cafe. ''Dengan fasilitas tersebut, diharapkan konsumen akan leluasa melakukan akses internet sambil menikmati makanan dan minuman, saat mencari kebutuhan elektronik,'' urainya.
Andi mengakui, kenaikan harga BBM sempat menekan perekonomian masayrakat. Namun, perkembangan terakhir kondisi tersebut telah berhasi dilewati. "Investasi yang ditanamkan dalam bisnis ritel elektronik memang cukup besar. Tapi di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang mulai membaik, kami optimis modal yang ditanamkan akan segera break event poin(BEP) 2 tahun ke depan," imbuh Andy.
Salah satunya yaitu Global Elektronik (GE) yang belakangan terus berinovasi dengan membuka superstore elektronik (SE), di lantai V, Sriratu, Jalan Pemuda, Semarang.
Gouw Andy Siswanto, Managing Director Global Elektronik (GE) Semarang, dalam acara launcing SE mengungkapkan, konsep SE yang dibuka Senin (28/7) semalam, merupakan kosep yang memanjakan konsumen dengan jumlah ketersediaan dan fariasi merk maupun jenis barang yang mencapai ratusan jenis. ''Diantaranya tersedia elektronik jensi baik TV, mesin cuci, kamera digital, printer,'' jelasnya saat dimintai keterangan usai pembukaan SE yang menempatu area seluas 3.080 meter persegi terebut.
Lebih lanjut Gouw Andy Siswanto menuturkan, sebagai show elektronik terbesar, SE juga memanjakan konsumen dengan free area hotspot internet dan cafe. ''Dengan fasilitas tersebut, diharapkan konsumen akan leluasa melakukan akses internet sambil menikmati makanan dan minuman, saat mencari kebutuhan elektronik,'' urainya.
Andi mengakui, kenaikan harga BBM sempat menekan perekonomian masayrakat. Namun, perkembangan terakhir kondisi tersebut telah berhasi dilewati. "Investasi yang ditanamkan dalam bisnis ritel elektronik memang cukup besar. Tapi di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang mulai membaik, kami optimis modal yang ditanamkan akan segera break event poin(BEP) 2 tahun ke depan," imbuh Andy.
Jumat, 25 Juli 2008
Polisi periksa 7 saksi
SEMARANG.ks-- Terkait kasus kebakaran di rumah Soleh (38), warga Jalan Gajah VI Nomor 3, RT 12 RW 9, Pandean Lamper, Semarang, Rabu (23/7) dini hari kemarin, masih meninggalkan tanda-tanya. Sedikitnya, tujuh orang saksi hingga sore kemarin masih dimintai keterangan oleh jajaran Polsek Sidodadi.
Kapolsek Sidodadi AKP Suradi Warso mengungkapkan, dari tujuh orang yang dimintai keterangan masing-masing anak, istri, pengurus RT setempat, serta beberapa orang teman mabuk.
''Teman minum Soleh dimintai keterangan, terkait keberadaan korban sebelum musibah kebakaran yang terjadi pada dini hari tersebut,'' jelas kapolsek saat dihubungi melalui ponselnya.
Pemeriksaan sejumlah saksi yang dilakukan di Mapolsek Sidodadi Jalan Slamet Riyadi, Semarang, imbuh Kapolsek, masih seputar musibah kebakaran itu sendiri. ''Beberapa saksi diantaranya anak dan istri korban, ditanya seputar permasalahan kebakaran yang telah meludeskan rumah Soleh,'' imbuhnya.
Sementara itu, terkait adanya permasalahan lain yang diduga melatar belakangi kasus terbakarnya satu unit rumah lengkap dengan isinya tersebut, Kapolsek menambahkan, saat ini pihaknya masih berkosentrasi permasalahan kebakaran.
Sedang adanya dugaan indikasi lain yang menurut informasi yang berkembang menjadi penyebab kebakaran, AKP Suradi Warso menambahkan, saat ini masih dalam tahap pendalaman dan pengumpulan data yang dilakukan oleh tim penyidik.
''Sampai saat ini, Polsek Sidodadi bersama tim terkait masih melakukan penyelidikan secara intensif. Tentang permasalahan lain, belum ada laporan,'' urainya.
Dari catatan yang ada, kebakaran yang terjadi dini hari kemarin, merupakan kebakaran ke empat yang terjadi dalam sepekan terakhir. Tiga kebakaran sebelumnya, masing-masing terjadi di Jalan Tampomas Selatan, Sampangan.
Kebakaran kedua terjadi salah satu rumah yang berada di Jalan Gringsing, Perum Tlogosari, Pedurungan, dan kebakaran ketiga dengan satu korban jiwa dan satu korban luka, terjadi di Jalan Musi, Citarum, Semarang Timur.
Dari keempat kasus kebakaran tersebut, dua diantaranya, terjadi di wilayah hukum Polsek Sidodadi, Mapolres Semarang Timur. ''Dalam sepekan terakhir, di wilayah Sidodadi terjadi dua kasus kebakaran, saat ini kita masih melakukan pendalaman lebih lanjut,'' imbuhnya.
Kapolsek Sidodadi AKP Suradi Warso mengungkapkan, dari tujuh orang yang dimintai keterangan masing-masing anak, istri, pengurus RT setempat, serta beberapa orang teman mabuk.
''Teman minum Soleh dimintai keterangan, terkait keberadaan korban sebelum musibah kebakaran yang terjadi pada dini hari tersebut,'' jelas kapolsek saat dihubungi melalui ponselnya.
Pemeriksaan sejumlah saksi yang dilakukan di Mapolsek Sidodadi Jalan Slamet Riyadi, Semarang, imbuh Kapolsek, masih seputar musibah kebakaran itu sendiri. ''Beberapa saksi diantaranya anak dan istri korban, ditanya seputar permasalahan kebakaran yang telah meludeskan rumah Soleh,'' imbuhnya.
Sementara itu, terkait adanya permasalahan lain yang diduga melatar belakangi kasus terbakarnya satu unit rumah lengkap dengan isinya tersebut, Kapolsek menambahkan, saat ini pihaknya masih berkosentrasi permasalahan kebakaran.
Sedang adanya dugaan indikasi lain yang menurut informasi yang berkembang menjadi penyebab kebakaran, AKP Suradi Warso menambahkan, saat ini masih dalam tahap pendalaman dan pengumpulan data yang dilakukan oleh tim penyidik.
''Sampai saat ini, Polsek Sidodadi bersama tim terkait masih melakukan penyelidikan secara intensif. Tentang permasalahan lain, belum ada laporan,'' urainya.
Dari catatan yang ada, kebakaran yang terjadi dini hari kemarin, merupakan kebakaran ke empat yang terjadi dalam sepekan terakhir. Tiga kebakaran sebelumnya, masing-masing terjadi di Jalan Tampomas Selatan, Sampangan.
Kebakaran kedua terjadi salah satu rumah yang berada di Jalan Gringsing, Perum Tlogosari, Pedurungan, dan kebakaran ketiga dengan satu korban jiwa dan satu korban luka, terjadi di Jalan Musi, Citarum, Semarang Timur.
Dari keempat kasus kebakaran tersebut, dua diantaranya, terjadi di wilayah hukum Polsek Sidodadi, Mapolres Semarang Timur. ''Dalam sepekan terakhir, di wilayah Sidodadi terjadi dua kasus kebakaran, saat ini kita masih melakukan pendalaman lebih lanjut,'' imbuhnya.
Perusahaan harusnya alokasi biaya K3
SEMARANG.ks-- Dalam meningkatkan keselamatan, dan etos kerja para karyawannya, seharunya pelaku usaha di berbagai sektor usaha mengalokasikan dana Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) bagi karyawannya yang bekerja di perusahaan tersebut.
Corporate OH&S Coordinator PT Holcim Indonesia Tbk Kiki Sutjahyo mengatakan, meningkatnya keselamatan dan kesehatan kerja para karyawan, akan memberi dampak positif bagi perusahaan itu sendiri.
''Dengan meningkatnya kesehatan karyawan, maka produktivitas karyawan akan meningkat hingga 75 persen setiap tahunnya. Bahkan, hasilproduksipun akan meningkat karena hari libur karyawan yang sakit akan berkurang,'' ungkap Kiki Sutjahyo dalam media getering di Vina House, Jalan Diponegoro, Semarang, baru-baru ini.
Peningkatan produktivitas yang dihasilkan dengan pemberian K3 yang baik, imbuh dia, akan muncul dari berkurangnya 'hari libur' yang diakibatkan karyawan sakit.
''Dengan berkurangnya hari kerja yang hilang, maka produktivitas produksi akan makin meningkat,'' jels Kiki.
Kiki mencontohkan, seiring diterapkan program K3 diperusahaan semen tersebut, sejak 2005 tidak pernah mengalami kecelakaan kerja yang fatal di lingkungan kerjanya.
Dibanding sebelumnya, dengan biaya yang dikeluarkan, maka nilai positif yang berhasil didapat adalah jumlah karyawan yang sakit makin berkurang. Bahkan, imbuh dia, semangat kerja karyawan makin meningkat.
K3, menambahkan jika K3 juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
''Keselamatan, tidak saja berhubungan dengan kerja. Namun, juga berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Contohnya, jika naik kendaraan, tidak jarang satu keluarga yang berisi empat bahkan hingga enam orang diangkut dalam sekali jalan, sehingga hal itu sangat rawan terjadi kecelakaan,'' jelasnya.
Hal itu, diperparah lagi dengan kecepatan berkendara yang tinggi akan dan ada beberapa orang diatas kendaraan tersebut yang tidak mengenakan helm.
''Kondisi ini, menunjukan bahwa tingkat kesadaran dalam menjaga keselamatan diri masih rendah,'' teranya mencontohkan.
Untuk mengurangi kecelakaan baik saat dilingkungan kerja maupun saat dijalan dan di rumah, hendaknya seseorang meminimalisir dengan mengantisipasi bahaya-bahaya yang mungkin saja dapat terjadi. ''Salah satunya dengan mengajak keluarga untuk mengenakan sabuk pengaman. Jika kita mengemudikan kendaraan, hendaknya kita belum berjalan ketika orang disamping atau di belakang belum mengenakan sabuk pengaman,'' jelasnya.
Corporate OH&S Coordinator PT Holcim Indonesia Tbk Kiki Sutjahyo mengatakan, meningkatnya keselamatan dan kesehatan kerja para karyawan, akan memberi dampak positif bagi perusahaan itu sendiri.
''Dengan meningkatnya kesehatan karyawan, maka produktivitas karyawan akan meningkat hingga 75 persen setiap tahunnya. Bahkan, hasilproduksipun akan meningkat karena hari libur karyawan yang sakit akan berkurang,'' ungkap Kiki Sutjahyo dalam media getering di Vina House, Jalan Diponegoro, Semarang, baru-baru ini.
Peningkatan produktivitas yang dihasilkan dengan pemberian K3 yang baik, imbuh dia, akan muncul dari berkurangnya 'hari libur' yang diakibatkan karyawan sakit.
''Dengan berkurangnya hari kerja yang hilang, maka produktivitas produksi akan makin meningkat,'' jels Kiki.
Kiki mencontohkan, seiring diterapkan program K3 diperusahaan semen tersebut, sejak 2005 tidak pernah mengalami kecelakaan kerja yang fatal di lingkungan kerjanya.
Dibanding sebelumnya, dengan biaya yang dikeluarkan, maka nilai positif yang berhasil didapat adalah jumlah karyawan yang sakit makin berkurang. Bahkan, imbuh dia, semangat kerja karyawan makin meningkat.
K3, menambahkan jika K3 juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
''Keselamatan, tidak saja berhubungan dengan kerja. Namun, juga berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Contohnya, jika naik kendaraan, tidak jarang satu keluarga yang berisi empat bahkan hingga enam orang diangkut dalam sekali jalan, sehingga hal itu sangat rawan terjadi kecelakaan,'' jelasnya.
Hal itu, diperparah lagi dengan kecepatan berkendara yang tinggi akan dan ada beberapa orang diatas kendaraan tersebut yang tidak mengenakan helm.
''Kondisi ini, menunjukan bahwa tingkat kesadaran dalam menjaga keselamatan diri masih rendah,'' teranya mencontohkan.
Untuk mengurangi kecelakaan baik saat dilingkungan kerja maupun saat dijalan dan di rumah, hendaknya seseorang meminimalisir dengan mengantisipasi bahaya-bahaya yang mungkin saja dapat terjadi. ''Salah satunya dengan mengajak keluarga untuk mengenakan sabuk pengaman. Jika kita mengemudikan kendaraan, hendaknya kita belum berjalan ketika orang disamping atau di belakang belum mengenakan sabuk pengaman,'' jelasnya.
Lestarikan hutan lewat lukisan anak
SEMARANG.ks-- Hutan Indonesia terasa masih begitu lebat. Pohon tinggi menjulang, masih begitu mudah ditemui. Bahkan, burung-brung pun dengan kepak sayapnya terlihat berterbangan di atas perbukitan dan pepohonan yang menjulang.
Tidak saja burung-burung diudara, ikan dengan ukuran kecil maupun yang berukuran besar tampak berenang ke sana dan kemari. Bahkan, beberapa jenis hewan seperti rusa, ayam hutan begitu nyata di jaman yang sudah serba moderent sekarang ini.
Pesan moral tersebut, yang inin disampaikan ketika tangan-tangan ketrampilnan jari lentik Tata, salah satu dari sekitar 100 siswa dan siswi taman kanak-kanan (TK) Tunas Rimba Perhutani dari seluruh Jawa Tengah, menorehkan warna di atas kertas gambar dalam even lomba menggambar yang dilaksanakan di gedung Rimba Graha, Jalan Pahlawan, Semarang, dalam rangka ulang tahun Yayasan Tunas Rimba Perhutani (YTRP) Unit I Jateng,Rabu (24/7) kemarin.
''Hutanya masih lebat, banyak pohon-pohon yang tinggi dan besar, ikan juga banyak berenang di suangai. Di dekat sungai, ada rusa yangs sedang merumput karena rumputnya masih hijau,'' terang polos siswi TK besar TK Tunas Rimba mantingan Rembang tersebut sambil menorehkan pewarna di atas kertas gambarnya.
Keseriusan, tampak jelas di wajah anak-anak berusia sekitar 3 hingga 4 tahun tersebut. Dengan kemampuan imajinasi masing-masing, anak kecintaan terhadap ciptaan Tuhan berupa pohon dan binatang akan terselamatkan kendati masih sebatas dalam torehan cat air maupun krayon milik siswa-siswi tercinta.
Kelestarian
Sama dengan Tata, Sinta siswi TK Tunas Rimba, Salatiga, mengaku masih mengingkan udara di angkasa tetap bersih. Sehingga, matahari dapat bersinar dengan cerah mewarnai bumi yang masih ditumbuhi dengan pohon-pohon yang menjulan tinggi.
''Yang bulat warna merah itu matahari yang bersinar cerah. Sedang, yang warna biru muda, adalah langit dengan udara yang bersih serta menyehatkan paru-paru kita,'' terang siswi asal Salatiga sambil serius mewarnai birunya langit yang digambarnya.
Terkait harapan adanya kelestarian hutan yang ingin disamapikan anak-anak tersebut, ketua YTRP Drs Erni Munastiwi MM mengungkapkan, kecintaan awal pada hutan adalah hal yang selama ini ditanamkan pada anak-anak peserta didik di lingkungan YTRP. Penanaman kecintaan tersebut, diharapkan akan bisa mengajak anak-anak akan lebih mencintai lingkungan terutama hutan rimba. ''Jika sejak dini ditanamkan kecintaan terhadap hutan, diharapkan anak akan ikut dalam melestarikan lingkungan baik rumah maupun hutan lindung di masa remaja dan tuanya,'' jelas Erni saat ditemui di sela-sela pelaksanaan lomba.
Selain lomba lukis anak-anak, imbuh dia, dalam rangka ulang tahun YTRP pihaknya juga menggelar event lomba kreatifitas guru dalam memanfaatkan barang-barang bekas yang selama ini sudah tidak digunakan lagi. ''Lomba kreatifitas, diikuti sekitar 57 guru. Dengan demikian, sekolah akan memiliki sedikitnya 57 alat peraga yang memanfaatkan bahan-bahan bekas hasil imajinasi para guru,'' imbuhnya.
Tidak saja burung-burung diudara, ikan dengan ukuran kecil maupun yang berukuran besar tampak berenang ke sana dan kemari. Bahkan, beberapa jenis hewan seperti rusa, ayam hutan begitu nyata di jaman yang sudah serba moderent sekarang ini.
Pesan moral tersebut, yang inin disampaikan ketika tangan-tangan ketrampilnan jari lentik Tata, salah satu dari sekitar 100 siswa dan siswi taman kanak-kanan (TK) Tunas Rimba Perhutani dari seluruh Jawa Tengah, menorehkan warna di atas kertas gambar dalam even lomba menggambar yang dilaksanakan di gedung Rimba Graha, Jalan Pahlawan, Semarang, dalam rangka ulang tahun Yayasan Tunas Rimba Perhutani (YTRP) Unit I Jateng,Rabu (24/7) kemarin.
''Hutanya masih lebat, banyak pohon-pohon yang tinggi dan besar, ikan juga banyak berenang di suangai. Di dekat sungai, ada rusa yangs sedang merumput karena rumputnya masih hijau,'' terang polos siswi TK besar TK Tunas Rimba mantingan Rembang tersebut sambil menorehkan pewarna di atas kertas gambarnya.
Keseriusan, tampak jelas di wajah anak-anak berusia sekitar 3 hingga 4 tahun tersebut. Dengan kemampuan imajinasi masing-masing, anak kecintaan terhadap ciptaan Tuhan berupa pohon dan binatang akan terselamatkan kendati masih sebatas dalam torehan cat air maupun krayon milik siswa-siswi tercinta.
Kelestarian
Sama dengan Tata, Sinta siswi TK Tunas Rimba, Salatiga, mengaku masih mengingkan udara di angkasa tetap bersih. Sehingga, matahari dapat bersinar dengan cerah mewarnai bumi yang masih ditumbuhi dengan pohon-pohon yang menjulan tinggi.
''Yang bulat warna merah itu matahari yang bersinar cerah. Sedang, yang warna biru muda, adalah langit dengan udara yang bersih serta menyehatkan paru-paru kita,'' terang siswi asal Salatiga sambil serius mewarnai birunya langit yang digambarnya.
Terkait harapan adanya kelestarian hutan yang ingin disamapikan anak-anak tersebut, ketua YTRP Drs Erni Munastiwi MM mengungkapkan, kecintaan awal pada hutan adalah hal yang selama ini ditanamkan pada anak-anak peserta didik di lingkungan YTRP. Penanaman kecintaan tersebut, diharapkan akan bisa mengajak anak-anak akan lebih mencintai lingkungan terutama hutan rimba. ''Jika sejak dini ditanamkan kecintaan terhadap hutan, diharapkan anak akan ikut dalam melestarikan lingkungan baik rumah maupun hutan lindung di masa remaja dan tuanya,'' jelas Erni saat ditemui di sela-sela pelaksanaan lomba.
Selain lomba lukis anak-anak, imbuh dia, dalam rangka ulang tahun YTRP pihaknya juga menggelar event lomba kreatifitas guru dalam memanfaatkan barang-barang bekas yang selama ini sudah tidak digunakan lagi. ''Lomba kreatifitas, diikuti sekitar 57 guru. Dengan demikian, sekolah akan memiliki sedikitnya 57 alat peraga yang memanfaatkan bahan-bahan bekas hasil imajinasi para guru,'' imbuhnya.
Langganan:
Postingan (Atom)